Content feed Comments Feed
YOUR ADSENSE CODE HERE ... 728 X 90

Pengaksesan Port Pararel

Sebelum mengakses port pararel, perlu diperkenalkan terlebih dahulu dua buah intruksi yang cukup berperan dalam transfer data antara mikroprosesor dan port pararel. Intruksi tersebut adalah IN dan Out. Berikut ini dalah sintaks kedua intruksi tersebut :IN RegAccu, NoPortOut NoPort, RegAccuRegAccu adalah register AL (bila datanya 8-bit) dan AX (bila datanya 16-bit). No Port adalah alamat yang diakses.Contoh :IN AL,25H ;mengambil data 8-bit...

Struktur Register

Procesor 8086/8088 mempunyai 14 register yang masing-masing 16 bit dan 9 flag. Untuk menggambarkannya, register dibagi menjadi 4 set, setiap 3 set berisi 4 register. Register ke 13 dinamakan INTRUCTION POINTER (IP), tidak langsung menempatkan ke programmer dan oleh karena itu men-set dengan sendirinya.Tiga set yang menyediakan tempat register adalah GENERAL, REGISTER, POINTER dan INDEX REGISTER, dan SEGMENT REGISTER. General register digunakan...

Sistem Bilangan

Hal yang paling dasar untuk mempelajari bahasa rakitan atau assembly yaitu perlunya kita mempelajari sistem bilangan, karena hal ini penting sekali dalam pengaksesan ke port (pangkalan) atau penggunaan sandi ASCII yang sering digunakan. Materi inI biasanya diajarkan pada praktikum sistem digital 1 di workshop Ilmu Komputer – UNPAK.Saya akan mencoba menguraikan suatu sistem bilangan yang paling banyak digunakan pada komputer

Bukan Narsis

Mau tau siapa ajah yang terlibat di workshop??? liat aja.....!!

Tabel Konversi Bilangan 8 Bit

Nah bagi teman-teman yang bingung untuk mengkonversikan sistem bilangan secara manual, kami team workshop telah mempersiapkan tabel konversi sistem bilangan untuk bilangan Hexa, Desimal, Oktal dan Biner. Silakan dilihat dan semoga bermanfaat.

IP ADDRESS

IP address atau alamat IP adalah suatu deretan bilangan unik yang terdiri dari 32 bit (digit biner) dan terbagi dalam 4 oktet yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu host atau computer di internet. Suatu computer tidak akan pernah dapat terkoneksi atau menjadi bagian dari jaringan jika tidak memiliki IP address meskipun jaringan tersebut hanya berupa jaringan local dan tidak terhubung ke jaringan internet.

Motor Stepper Dan Drivernya

Motor Stepper atau motor langkah merupakan suatu jenis motor yang dapat digunakan untuk memindahkan sebuah benda atau beban dengan jarak perpindahan yang kecil. Berbeda halnya dengan motor-motor lain, yang bergerak dengan perputaran yang kontiniyu/mulus, motor langkah bergerak dengan perputaran yang kaku. Motor langkah bergerak dari posisi tertentu ke posisi berikutnya seperti gerak melangkah (step). Karena itulah motor ini...

Jual Beli Seputar Hardware Komputer

Postingan ini digunakan untuk Jual Beli segala jenis Hardware Komputer dari baru sampai sekend. Khusus untuk Anak-anak FMIPA UNPAK yang ingin menjual barang-barang seputar komputer baik baru maupun sekend bisa diiklankan disini tanpa dipungut biaya sepeserpun alias GRATIS. Untuk Informasi lebih lanjut silahkan Contact Administrator..!! Semoga dengan demikian bisa membantu mahasiswa khususnya FMIPA UNPAK yang sedang membutuhkan barang dengan harga miring dan mahasiswa yang ingin menjual barang-barang khususnya seputar hardware komputer.
CahayaBiru.com

Mencoba Rangkaian Flip-Flop

Diposting oleh Unknown 10.31.2008

Sebelum kita mencoba rangkaian flip-flop, alangkah baiknya kita mengetahui teori mengenai flip-flop terlebih dahulu.

• Suatu flip-flop dapat mempertahankan keadaan terakhirnya hingga terdapat sinyal eksternal yang memicu perubahan keadaannya. Karena alasan inilah, flip-flop digunakan sebagai elemen memori (pengingat).
• Suatu RS flip-flop bisa dibangun dengan menggandeng silang (cross coupling) dua gerbang logika NOR (NOR latch) atau dua gerbang logika NAND (NAND latch), seperti gambar berikut:



• Flip-flop memiliki dua keluaran (Q dan ) yang selalu berlawanan nilai. Pada RS flip-flop terdapat kondisi ketika kedua keluaran ini tidak berlawanan nilai yang disebut kondisi invalid.
• Pada RS Flip-Flop NOR latch, kondisi invalid muncul ketika kedua input (R dan S) berada pada kondisi HIGH (logika 1). Sedangkan pada NAND latch, kondisi invalid muncul ketika kedua input berada pada kondisi LOW (logika 0).
• Flip-flop juga memiliki keadaan ketika output yang dihasilkan sama seperti keadaan outpu sebelumnya. Kondisi seperti ini dinamakan no change (NC). Kondisi NC pada NOR latch muncul ketika kedua input berada pada keadaan LOW (logika 0), sedangkan pada NAND latch muncul ketika kedua input berada pada keadaan HIGH (logika 1).

Komponen dan peralatan percobaan:
• Catu daya DC
• Multimeter
• Protoboard
• IC TTL 7402, 7401 masing-masing 1 buah
• Resistor 1k: 2 buah
• Led merah dan hijau masing-masing 1 buah

Setelah kita siapkan alat dan bahannya, saatnya kita melakukan percobaan. Mari kita lakukan...

A. NOR latch
1. Rangkaian disusun seperti gambar 1.2. Ingat, selalu hubungkan pin 14 ke +5V dan pin 7 ke ground!


2. Ubah-ubah nilai input sesuai dengan urutan yang diberikan oleh tabel berikut dan lengkapi hasilnya...!!


B. NAND latch
1. Rangkaian disusun seperti gambar 1.2. Ingat, selalu hubungkan pin 14 ke +5V dan pin 7 ke ground!


2. Ubah-ubah nilai input sesuai dengan urutan yang diberikan oleh tabel berikut dan catat yah hasilnya..!!

Selamat Mencoba..., dan jangan lupa lengkapi tabelnya..

PEMROGRAMAN MIKROKONTROLER AVR ATMega8535

Diposting oleh Unknown 10.26.2008

Pendahuluan
Mikrokontroller AVR ATMega8535 merupakan mikrokontroller 40 pin (lihat Gambar 1) buatan Atmell Corporation yang memiliki fasilitas 8K Byte Flash Memori ISP (In-System Programmable), yang membuatnya tidak memerlukan bantuan mC
lain dalam pemrograman, tetapi hanya memerlukan sedikit rangkaian elektronik eksternal saja




Mikrokontroler ini bisa diaktifkan dengan memasukkan sumber tegangan sebesar 4,5 s.d. 5,5 V dc melalui pin VCC (pin 10) dan merangkai kristal osilator pad a pin XTAL1 dan XTAL2 sebagaimana diperlihatkan pada gambar 3 Untuk konfigurasi selengkapnya, bisa dibaca pada buku petunjuk ”AVR ATMega8535”.

Deskripsi singkat dari pin
VCC Input sumber tegangan (+)
GND Ground (-)
Port A (PA7 … PA0) Berfungsi sebagai input analog dari ADC (Analog to Digital Converter). Port ini juga berfungsi sebagai port I/O dua arah, jika ADC tidak digunakan.
Port B (PB7 … PB0) Berfungsi sebagai port I/O dua arah. Port PB5, PB6 dan PB7 juga berfungsi sebagai MOSI, MISO dan SCK yang dipergunakan pada proses downloading. Fungsi lain port ini selengkapnya bisa dibaca pada buku petunjuk ”AVR ATMega8535”.
Port C (PC7 … PC0) Berfungsi sebagai port I/O dua arah. Fungsi lain port ini selengk apnya bisa dibaca pada buku petunjuk ”AVR ATMega8535”.
Port D (PD7 … PD0) Berfungsi sebagai port I/O dua arah. Port PD0 dan PD1 juga berfungsi sebagai RXD dan TXD, yang diper gunakan untuk komunikasi serial. Fungsi lain port ini selengkapnya bisa dibaca pad a buku petunjuk ”AVR ATMega8535”.
RESET Input reset.
XTAL1 Input ke amplifier inverting osilator dan input ke sirkuit clock internal.
XTAL2 Output dari amplifier inverting osilator.
AVCC Input tegangan untuk Port A dan ADC.
AREF Tegangan referensi untuk ADC.

Percoban A.
Pemrograman Mikrokontroller

1. Buka program CV AVR C Compiler
2. Buat project baru dengan mengklik menu File → New, maka akan muncul jendela:





Pilih ”Project” dan klik ”OK”. Akan muncul jendela






Klik ”Yes”, maka akan muncul jendela:


3. Jendela di atas adalah jendela untuk memilih setting mC yang akan diisikan. Ikuti langkah-langkah berikut :
a. Klik Tab Chip. Tentukan jenis Chip C yang digunakan. Dalam praktikum ini adalah ”ATmega8535 ”
b. Masukkan nilai frekuensi ”clock” yan g digunakan. Dalam praktikum ini digunakan frekuensi sebesar 12 MHz.
c. Klik tab Ports. Tab ini untuk menentukan fungsi dari masing-masin g port (Port A s.d. Port D).
d. Klik tab Port D. Untuk praktikum ini digunakan led yang berada pada kaki 20 (Port D.6) sebagai indikator.
e. Klik tulisan In pada Bit 6. Ini akan mengubah nilai menjadi Out, yang berarti pin PD6 akan difungsikan sebagai output.

4. Pada menu, pilih “File” “Generate, Save and Exit”. Maka akan muncul jendela “Save C Compiler Source File”. Beri nama file, misal: “Praktikum1.c” lalu ketik “Save”.

5. Akan muncul jendela “Save C Compiler Project File”. Beri nama file, misal: “Praktikum1.prj” lalu ketik “Save”.

6. Akan muncul jendela “Save : \.....”. Beri nama file, misal: “Praktikum1.cwp” lalu ketik “Save”.

7. Maka akan muncul jendela program yang berisi sintaks sbb.:

This program was produced by the
CodeWizardAVR V1.24.7d Evaluation
Automatic Program Generator
© Copyright 1998-2005 Pavel Haiduc, HP InfoTech s.r.l.
http://www.hpinfotech.com
e-mail:office@hpinfotech.com

Project :
Version :
Date : 10/20/2008
Author : Freeware, for evaluation and non-commercial use only
Company :
Comments:

Chip type : ATmega8535
Program type : Application
Clock frequency : 4.000000 MHz
Memory model : Small
External SRAM size : 0
Data Stack size : 128
*****************************************************/
#include
// Declare your global variables here
void main(void)
{
// Declare your local variables here

// Input/Output Ports initialization
// Port A initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTA=0x00;
DDRA=0x00;

// Port B initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTB=0x00;
DDRB=0x00;

// Port C initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTC=0x00;
DDRC=0x00;

// Port D initialization
// Func7=In Func6=Out Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=0 State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTD=0x00;
DDRD=0x40;

// Timer/Counter 0 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: Timer 0 Stopped
// Mode: Normal top=FFh
// OC0 output: Disconnected
TCCR0=0x00;
TCNT0=0x00;
OCR0=0x00;

// Timer/Counter 1 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: Timer 1 Stopped
// Mode: Normal top=FFFFh
// OC1A output: Discon.
// OC1B output: Discon.
// Noise Canceler: Off
// Input Capture on Falling Edge
// Timer 1 Overflow Interrupt: Off
// Input Capture Interrupt: Off
// Compare A Match Interrupt: Off
// Compare B Match Interrupt: Off
TCCR1A=0x00;
TCCR1B=0x00;
TCNT1H=0x00;
TCNT1L=0x00;
ICR1H=0x00;
ICR1L=0x00;
OCR1AH=0x00;
OCR1AL=0x00;
OCR1BH=0x00;
OCR1BL=0x00;

// Timer/Counter 2 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: Timer 2 Stopped
// Mode: Normal top=FFh
// OC2 output: Disconnected
ASSR=0x00;
TCCR2=0x00;
TCNT2=0x00;
OCR2=0x00;

// External Interrupt(s) initialization
// INT0: Off
// INT1: Off
// INT2: Off
MCUCR=0x00;
MCUCSR=0x00;

// Timer(s)/Counter(s) Interrupt(s) initialization
TIMSK=0x00;
// Analog Comparator initialization
// Analog Comparator: Off
// Analog Comparator Input Capture by Timer/Counter 1: Off
ACSR=0x80;
SFIOR=0x00;

while (1)
{
// Place your code here
};
}

Jendela ini berisi sintaks setting awal mC yang telah kita pilih sebelumnya.

8. Lengkapi sintaks di atas sbb.
a. Di atas fungsi “void main (void)”, tuliskan:
#include //untuk memanggil fungsi penundaan waktu, dan
#define led PORTD.6 //untuk membuat alias
b. Pada struktur “while”, ubah menjadi:
while (1)
{
//Place your code here
delay_ms(500);
led = 1;
delay_ms(500);
led = 0;
};

9. Klik ikon

untuk melakukan kompilasi.

10. Klik ikon

untuk membuat file ”*.hex” yang akan digunakan untuk downloading

Percobaan B
Mendownload Program ke Mikrokontroler

1. Buka program ”PonyProg”. Klik OK, maka akan muncul jendela utama sbb.:

2. Pilih jenis mC yang digunakan (lihat gambar atas). Dalam hal ini adalah ”AVR micro” (2a) dan “ATmega8535” (2b)

3. Pada menu, pilih Setup → Interface Setup. Pilih port yang akan digunalan untuk proses download. Misalnya port Serial, koneksi pada COM2

4. Klik ikon (Configuration and Security bits) maka akan muncul jendela seperti gambar di bawah. Jendela ini akan mengisikan bit konfigurasi dan bit pengaman yang diperlukan untuk mendownload program, sesuai pilihan yang kita berikan. Isi dari konfigurasi ini tergantung dari komponen elektronika yang kita gunakan. Untuk lebih lengkapnya, lihat buku petunjuk ” AVR ATMega8535” . Untuk sementara, isi sesuai dengan yang tertera di gambar. Atau, jika modul mC telah terhubung ke komputer, bisa dilakukan proses membaca konfigurasi yang telah digunakan dengan menekan ”Read”.

Peringatan!! Pengisian/pembacaan konfigurasi ini harus dilakukan dengan benar terlebih dahulu sebelum melakukan pengisian program, karena pengisian nilai yang salah bias mengakibatkan kerusakan pada mC.

5. Klik OK. Maka akan kembali ke jendela utama.

6. Buka file berkestensi ”hex” dengan meng-klik ikon
lihat gambar di bawah). Masukkan file yang diinginkan, misalnya ”Praktikum1.hex” lalu klik ”Open” Maka pada jendela utama akan terisi program berformat hexadesimal sbb :

7. Klik ikon

(lihat panah di atas) untuk mengisikan program ke dalam mC.

8. Amati output yang dihasilkan.

SELAMAT MENCOBA YAH...
Jika membutuhkan softwarenya, silakan menghubungi Workshop Team.

Dokumentasi Workshop

Diposting oleh Unknown 10.24.2008

Team Workshop



Teknisi Workshop

Rapat Asisten Workshop







KETENTUAN PELAKSANAAN

PRAKTIKUM PADA LAB. WORKSHOP
JURUSAN ILMU KOMPUTER
FMIPA UNPAK


A. Tata Tertib Praktikum
1. Mahasiswa berpakaian rapi dan tidak memakai sandal
2. Mahasiswa memasuki ruangan tepat waktu dan dengan tenang. Duduk di posisi sub kelompok di dalam ruangan yang telah ditentukan oleh Pelaksana Praktikum.

B. Materi dan Pelaksanaan Praktikum
1. Praktikum yang dilaksanankan dengan cara menyimak tayangan materi yang diberikan oleh desen/asisten
2. Setiap materi praktikum ditayangkan dalam 1 kali pertemuan dengan total pertemuan praktikum di workshop 7 kali.
3. Mahasiswa wajib mengikuti praktikum dengan kehadiran 100%
4. Mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok sesuai no. urut NPM. Tiap kelompok dibagi lagi dalam sub kelompok-sub kelompok.

C. Laporan Praktikum
1. Laporan praktikum dibuat per materi praktikum dengan cara menjawab pertanyaan berdasarkan ketentuan materi praktikum yang diberikan pada masing-masing sub kelompok.
2. Laporan praktikum dibuat per orangan dan nilai yang diperoleh setiap mahasiswa sama untuk semua mahasiswa.
3. Laporan praktikum diserahkan kepada ketua kelompok dan selanjutnya ketua kelompok menyerahkannya kepada dosen pengasuh praktikum.
4. Apabila pengumpulan laporan tidak tepat waktu akan dikenakan sangsi berupa pengurangan nilai laporan praktikum.

D. Penilaian Praktikum
Nilai Akhir praktikum merupakan rata-rata dari nilai laporan praktikum yang disususun berdasarkan setiap materi yang diberikan.

E. Ketentuan Khusus Praktikum
• Semua Mahasiswa wajib terdaftar sebagai peserta praktikum. Dengan cara mendaftar ke jurusan ilmu Komputer ( Ibu Arie Qurania, S.Kom ), untuk mendapatkan kartu praktikum.
• Selama praktikum, peserta praktikum wajib membawa kartu praktikum.
• Mahasiswa Yang bisa mengikuti UJIAN PRAKTIKUM adalah yang memenuhi pertemuan praktikum 80% (7 kali pertemuan dengan satu pertemuan yang tidak di ikuti boleh diganti tugas dari dosen praktikum / bukti tugas di lampirkan).
• Mahasiswa yang kurang pertemuannya dari ketentuan diatas TIDAK ADA PERKULIAHAN SUSULAN DAN TIDAK BISA MENGIKUTI UJIAN PRAKTIKUM.
• Bagi mahasiswa yang tidak mengikuti ujian susulan dengan alasan apapun (kurang pertemuan, telat menyerahkan kartu praktikum).
TIDAK DIADAKAN UJIAN SUSULAN.





Bogor, 23 Oktober 2008
Kepala Lab. Workshop



Andi Chairunnas S. Kom


Televisi Online

Diposting oleh Unknown 10.05.2008

Silahkan Klik Selengkapnya Untuk Menonton TV
Selamat Menonton ....


MAAF YAH UNTUK SEMENTARA TV-NYA TIDAK BISA DI AKSES

Jaringan LAN dan WAN

Diposting oleh Unknown 9.23.2008


Jaringan LAN
LAN (Local Area Network) adalah suatu kumpulan komputer, dimana terdapat beberapa unit komputer (client) dan 1 unit komputer untuk bank data (server). Antara masing-masing client maupun antara client dan server dapat saling bertukar file maupun saling menggunakan printer yang terhubung pada unit-unit komputer yang terhubung pada jaringan LAN.
Berdasarkan kabel yang digunakan ,ada dua cara membuat jaringan LAN, yaitu dengan kabel BNC dan kabel UTP.

Keuntungan Jaringan LAN.
• Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing).
• Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua client (Printer Sharing).
• File-file data dapat disimpan pada server, sehingga data dapat diakses dari semua client menurut otorisasi sekuritas dari semua karyawan, yang dapat dibuat berdasarkan struktur organisasi perusahaan sehingga keamanan data terjamin.
• File data yang keluar/masuk dari/ke server dapat di kontrol.
• Proses backup data menjadi lebih mudah dan cepat.
• Resiko kehilangan data oleh virus komputer menjadi sangat kecil sekali.
• Komunikasi antar karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan E-Mail & Chat.
• Bila salah satu client/server terhubung dengan modem, maka semua atau sebagian komputer pada jaringan LAN dapat mengakses ke jaringan Internet atau mengirimkan fax melalui 1 modem.


Jaringan WAN
WAN (Wide Area Network) adalah kumpulan dari LAN dan/atau Workgroup yang dihubungkan dengan menggunakan alat komunikasi modem dan jaringan Internet, dari/ke kantor pusat dan kantor cabang, maupun antar kantor cabang. Dengan sistem jaringan ini, pertukaran data antar kantor dapat dilakukan dengan cepat serta dengan biaya yang relatif murah. Sistem jaringan ini dapat menggunakan jaringan Internet yang sudah ada, untuk menghubungkan antara kantor pusat dan kantor cabang atau dengan PC Stand Alone/Notebook yang berada di lain kota ataupun negara.

Keuntungan Jaringan WAN.
• Server kantor pusat dapat berfungsi sebagai bank data dari kantor cabang.
• Komunikasi antar kantor dapat menggunakan E-Mail & Chat.
• Dokumen/File yang biasanya dikirimkan melalui fax ataupun paket pos, dapat dikirim melalui E-mail dan Transfer file dari/ke kantor pusat dan kantor cabang dengan biaya yang relatif murah dan dalam jangka waktu yang sangat cepat.
• Pooling Data dan Updating Data antar kantor dapat dilakukan setiap hari pada waktu yang ditentukan.

TEKNIK MENG - CRIMPING RJ45

Diposting oleh Unknown 9.19.2008


Teknik paling murah dan cukup memuaskan adalah menggunakan kabel UTP. UTP kabel merupakan singkatan Unshielded Twisted Pair, yaiu kabel yang terdiri dari 4 pasang (biru, oranye, hijau, dan coklat) kabel yang dipilin menurut aturan tertentu dan digunakan untuk mentransfer/menerima data.


Kabel ini terdiri dari beberapa jenis 1. UTP cat 5, teknologi 100Base-T, frekuensi 16 MHz. Bandwidth data mencapai 100 Mbps (teoritis)
2. UTP cat 5e, teknologi 1000Base-T, frekuensi 100 MHz. Bandwidth data mencapai 1.000 Mbps (teoritis)
3. UTP cat 6, teknologi 1000Base-T, frekuensi 250 MHz. Bandwidth data mencapai 2.500 Mbps (teoritis)

rimp tool / Crimping tool adalah alat untuk memasang kabel UTP ke konektor RJ-45 / RJ-11 tergantung kebutuhan. Bentuknya macam-macam ada yang besar dengan fungsi yang banyak, seperti bisa memotong kabel, mengupas dan lain sebagainya. Ada juga yang hanya diperuntukan untuk crimp RJ-45 atau RJ-11 saja.

Kabel Tester
Supaya anda yakin bahwa pemasangan kabel ke konektor sudah ok lebih baik kalau anda juga memiliki cable tester seperti berikut ini. Perbedaan diatara dua testerdibawah ini adalah yang satu memakai satu led untuk satu pair sementara yang satu lagi satu led untuk satu kabel. Untuk pemula lebih mudah untuk mempergunakan yang type satu led per kabel karena anda tidak akan dibuat pusing . Kemudian tester yang lebih kecil adalah remote cable tester yang dipakai apabila kabel yang di test panjang dan kedua ujung nya tidak berdekatan (misalnya ada diruangan yang berbeda). Cara penggunaannya adalah dengan memasang ujung kabel yang satu ke TX di cable tester yang besar kemudian set auto, kemudian di ujung yang lain kita pasang remote cable tester. Setelah itu anda cukup melihat remote cable tester saja. Apabila menyala berarti kabel terkoneksi dengan baik sementara apabila mati berarti kabel terputus.
ada aturan khusus mengenai pengurutan kabel, biasanya menggunakan standar EIA/TIA 568 (baik A maupun B)
1. jika koneksi ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lain sama (terserah, A-A atau B-B) maka kabel disebut straight)
2. jika koneksi ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lain beda (terserah, A-B atau B-A) maka kabel disebut cross)

standar 568 A memiliki kode warna kabel :
1. putih hijau
2. hijau
3. putih oranye
4. biru
5. putih biru
6. oranye
7. putih coklat
8. coklat

(kabel diurut dari sebelah kiri, gagang pengait konektor ada dibawah)
standar 568 B memiliki kode warna kabel :
1. putih oranye
2. oranye
3. putih hijau
4. biru
5. putih biru
6. hijau
7. putih coklat
8. coklat
Tips untuk memasang Kabel ke Konektor
1. Siapkan semua peralatan terutama kabel, konektor RJ-45 dan Crimping tool.
2. Kupas bagian luar kabel (pembungkus kabel-kabel kecil) kira-kira sepanjang 1 cm dengan menggunakan pengupas kabel yang biasanya ada pada crimp tool (bagian seperti dua buah silet saling berhadapan itu untuk mengupas)
3. Susun kabel sesuai dengan keperluan. Untuk konektor pertama selalu susun dengan susunan standar untuk Stright atau T568A. Apabila anda merasa kurang nyaman dengan susunan kabel coba tarik sedikit semua kabel yang telah dikupas sementara tangan yang satu lagi memegang bagian kabel yang tidak terkupas. Kemudian susun kembali dengan cara memelintir dan membuka lilitan pasangan kabel.
4. Rapihkan susunan kabel dengan cara menekan bagian yang dekat dengan pembungkus kabel supaya susunan kabel terlihat rata.
5. Potong ujung-ujung kabel yang tidak rata dengan pemotong kabel (bagian yang hanya memiliki satu buah pisau dan satu bagian lagi datar pada crimp tool adalah pemotong kabel) sampai rapih. Usahakan jarak antara pembungkus kabel sampai ujung kabel tidak lebih dari 1cm.
6. Dengan tetap menekan perbatasan antara kabel yang terbungkus dan kabel yang tidak terbungkus, coba masukan kabel ke konektor RJ-45 sampai ujung-ujung kabel terlihat dibagian depan konektor RJ-45. Kalau masih belum coba terus ditekan sambil dipastikan posisi kabel tidak berubah.
7. Setelah anda yakin posisi kabel tidak berubah dan kabel sudah masuk dengan baik ke konektor RJ-45 selanjutnya masukan konektor RJ-45 tersebut ke crimpt tool untuk di pres. Ketika konektor dalam kondisi didalam crimp tool anda bisa memastikan kembali kabel sudah sepenuhnya menyentuh bagian dapet RJ-45 dengan cara mendorong kabel kedalam RJ-45. Pastikan juga bahwa bagian pembungkus kabel sebagian masuk kedalam konektor RJ-45.
8. Kemudian anda bisa menekan crimp tool sekuat tenaga supaya semua pin RJ-45 masuk dan menembus pelindung kabel UTP yang kecil. Apabila anda kurang kuat menekan kemungkinan kabel UTP tidak tersobek oleh pin RJ-45 sehingga kabel tersebut tidak konek. Dan apabila pembungkus bagian luar tidak masuk kedalam konektor RJ-45, apabila kabel tersebut sering digerak-gerakan, kemungkinan besar posisi kabel akan bergesar dan bahkan copot.
9. Lakukan langkah-langkah diatas untuk ujung kabel yang satu nya lagi.
10. Apabila anda yakin sudah memasang kabel UTP ke RJ-45 dengan kuat selanjutnya adalah test dengan menggunakan LAN tester apabila ada. Apabila anda tidak memiliki LAN tester jangan takut anda cukup melihat kembali kabel yang sudah terpasang, memastikan bahwa anda sudah cukup kuat memasang nya dan semua ujung kabel terlihat dari bagian depan RJ-45 maka hampir bisa dipastikan pemasangan kabel UTP tersebut sukses.
11. Silahkan di coba dan good luck

SUBNETTING

Diposting oleh Unknown 9.18.2008


Subnetting adalah pembagian suatu kelompok alamat IP menjadi bagian yang lebih kecil lagi.

-Jaringan yang terhubung ke internet harus menggunakan alamat tertentu. Semakin berkembangnya teknologi, semakin banyak pula yang membutuhkan IP. Sayangnya alamat internet yang tersedia semakin menipis. Akibatnya banyak organisasi yang merasa kekurangan.
-IP Address untuk satu network id harus kita beli dari badan Internic atau APNIC dengan harga mahal. Sehingga bila diinginkan suatu jaringan internet dengan 1 id network tetapi banyak host digunakanlah suatu teknik tertentu.

Untuk itu diciptakan teknik subnetting. Subnetting memungkinkan administrator jaringan untuk mendistribusikan no.host dari net.ID yang diberikan kepada beberapa subnetwork. Hubungan antar subnet-nya dengan menggunakan router.
Interpretasi alamat IP tanpa dan dengan subnetting.
Tanpa : Net.ID + hostID
Dengan : Net ID + subnetID + host ID

Tujuan:
1. Membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil
2. Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak
3. Keteraturan
4. Mengurangi trafik jaringan
5. Meningkatkan performa kerja jaringan
6. Menyederhanakan manajemen jaringan

Keuntungan:
1. Menyederhanakan administrasi. Dengan bantuan router, jaringan dapat dipecah ke dalam bagian-bagian lebih kecil yang dapat dikelola lebih mudah dan efisien
2. Perubahan struktur jaringan internal tidak berdampak pada jaringan di luar.
3. Keamanan jaringan yang lebih baik.
4. Pembatasan lalu lintas jaringan. Dengan bantuan router dan subnetting, lalu lintas data dalam jaringan diminimumkan.
Misal suatu jaringan dengan IP 192.169.10.0 akan dibagi menjadi 5 jaringan kecil (masing-masing 48 host) yang artinya harus dilakukan proses subnetting dalam jaringan tersebut. Langkah pertama yang harus dilakukan membagi IP jaringan tersebut menjadi blok-blok. IP jaringan tersebut adalah tipe klas C yang telah diketahui mempunyai 255 IP, maka setiap blok akan punya IP sebanyak (255:5)-2 =49 (2 IP diambil untuk IP broadcast dan IP network)

Teknik subnetting:
Dalam melakukan subnetting:
- Terlebih dahulu harus diketahui IP address utamanya,
- Kemudian tentukan jumlah subnet yang akan dibuat
- Tentukan subnet mask yang baru dan IP address yang baru setelah dilakukan subnetting.
- Penggunaan rumus untuk menentukan subnet mask yang baru:
Jumlah subnet <= 2n-2, n adalah jumlah bit mask (bit 1) yang akan ditambahkan pada bagian awal host pada subnet defaultnya.
- Kelompok subnet baru yang akan dipakai merupakan kelipatan dari bilangan yang dihitung dengan rumus = 256 – octet baru hasil bit mask yang baru.

Contoh:
Misal sebuah perusahaan yang memiliki 9 kantor cabang menginginkan agar pengaturan dan manajemen jaringannya menjadi lebih mudah. Untuk itu diinginkan setiap kantor pusat dan cabang memiliki ID network yang berbeda. Salah satu cara yaitu dengan menggunakan teknik subnetting, sebab perusahaan itu hanya membeli sebuah IP address klas B yaitu 164.10.0.0. Berapa network ID tiap-tiap kantor?
Penyelesaian:
- IP address utamanya 164.10.0.0 dengan subnet default 255.255.0.0 atau dalam bilangan binernya 11111111.11111111.00000000.00000000
- Jumlah subnet = 1 kantor pusat + 9 kantor cabang =10
- Jumlah subnet <= 2n-2,
Jika n = 3 ; 23-2 = 6
Jika n = 4 ; 24-2=14 ( n yang digunakan adalah 4)
- Subnet mask baru = subnet default + bit 1 sebanyak 4 buah pada alamat host awal
Awal : 11111111.11111111.00000000.00000000 = 255.255.0.0
Menjadi :11111111.11111111.11110000.00000000 = 255.255.240.0
- Kelipatan subnet baru : 256 – 240 =16
- Kelompok IP address baru yang tersedia untuk subnet yang baru:
164.10.16.0 – 164.10.31.255
164.10.32.0 – 164.10.47.255
164.10.48.0 – 164.10.63.255
164.10.64.0 – 164.10.79.255
164.10.80.0 – 164.10.95.255
164.10.96.0 – 164.10.111.255
164.10.112.0 – 164.10.127.255
164.10.128.0 – 164.10.143.255
164.10.144.0 – 164.10.159.255
164.10.160.0 – 164.10.175.255
164.10.176.0 – 164.10.191.255
164.10.192.0 – 164.10.207.255
164.10.208.0 – 164.10.223.255
164.10.224.0 – 164.10.239.255

Subnet mask
Subnet mask biasanya digunakan oleh router untuk menentukan bagian mana yang merupakan alamat jaringan dan bagian mana yang merupakan alamat host.
Struktur subnet mask sama dengan struktur IP address, yakni terdiri dari 32 bit dengan 4 segmen. Terdiri dari urutan bit 1 diikuti dengan bit 0. Bit 1 menentukan tingkat subnet mask (network) dan bit 0 menunjukkan host.
Angka biner pada subnet mask digunakan untuk :
-Membedakan netID dan hostID
-Menunjukkan letak suatu host apakah berada di jaringan local atau jaringan luar
Hal ini dilakukan untuk operasi pengiriman paket IP dengan melakukan operasi AND antara subnetmask dengan alamat IP asal dan alamat IP tujuan, serta membandingkankan hasilnya. Jika kedua hasilnya sama maka host tujuan terletak di jaringan local, sehingga peket IP dikirim langsung ke host tujuan, tapi jika hasilnya bereda maka host terletak di luar jaringan sehingga paket IP dikirim ke router

IP ADDRESS

Diposting oleh Unknown 9.17.2008


IP address atau alamat IP adalah suatu deretan bilangan unik yang terdiri dari 32 bit (digit biner) dan terbagi dalam 4 oktet yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu host atau computer di internet. Suatu computer tidak akan pernah dapat terkoneksi atau menjadi bagian dari jaringan jika tidak memiliki IP address meskipun jaringan tersebut hanya berupa jaringan local dan tidak terhubung ke jaringan internet.

Format Penulisan
IP address memiliki 4 oktet dan masing-masing terdiri dari 8 binary digit. Setiap alamat terbagi atas dua komponen :
1. Network ID (netID) : bagian dari alamat IP yang menunjukkan ID jaringan
2. Host ID : bagian setelah netID yang menunjukkan alamat host atau computer.


Untuk mempermudah pemahaman IP address tidak dituliskan dalam bit binary digit tapi dalam bentuk decimal.
Contoh: 11111111.11111111.00000000.00000001 ditulis 255.255.0.1

Pembagian Kelas IP Address
IP address dibagi dalam beberapa kelas. Ada 5 kelas yang telah disepakati, tetapi yang sering terpakai hanya 3 kelas. Kelas tersebut adalah kelas A, B, C, D ,dan E.

Tabel Tipe dan Ukuran alamat IP

Sekalipun address kelas A memiliki network 8 bit, salah satu dari bit tersebut selalu 0, sehingga hanya ada 7 bit variabel pada network part atau hanya ada 128 jaringan bukan 256.
Dari jumlah host per jaringan dapat diketahui bahwa:
• Kelas A digunakan dan dialokasikan untuk sebuah jaringan yang sangat besar
• Kelas B digunakan untuk jaringan yang sedang (lebih kecil daripada kelas A)
• Kelas C dialokasikan untuk jaringan yang berukuran kecil
• Sedangkan kelas D dan E sangat jarang sekali digunakan. Kelas D hanya digunakan untuk keperluan IP multicasting dan kelas E adalah kelas yang dicadangkan untuk keperluan eksperimental.

Pengalokasian IP address
Terdapat beberapa aturan dasar dalam menentukan network ID dan host ID yang hendak digunakan. Aturan tersebut adalah:
1. Network ID tidak boleh sama dengan 127 (127.xxx.xxx.xxx)
Network ID tersebut tidak dapat digunakan karena secara default ID tersebut digunakan oleh protocol dalam proses ‘loop-back’ yaitu paket yang ditrasmisikan kembali diterima oleh buffer computer itu sendiri tanpa ditransmisikan ke media jaringan sebagai alamat untuk diagnostic.
2. Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 255 (seluruh bit diset 1)
Alamat IP 255.255.255.255 akan diartikan sebagai broadcast addresst. ID broadcast adalah alamat yang mewakili seluruh anggota jaringan. Pengiriman paket ke alamat ini akan menyebabkan paket ini diterima oleh seluruh anggota network tersebut.
3. Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0 (seluruh bit diset 0)
Alamat IP 0.0.0.0 diartikan sebagai network address yaitu alamat yang digunakan untuk menunjuk suatu jaringan, dan tidak menunjuk ke suatu host.
4. Alamat untuk host tidak diperbolehkan bernilai 0 atau 1 (dalam decimal 0 atau 255), karena nilai 0 dianggap sebagai network address dan nilai 255 dianggap sebagai broadcast address.
Contoh : 130.45.0.0 – tidak boleh digunakan.
5. Host ID harus unik, tidak boleh ada 2 host dengan host ID yang sama.

Konsep CIDR (Classess Inter-Domain Routing)
Penulisan IP address umumnya adalah xxx.xxx.xxx.xxx (misal : 192.168.1.2) namun ada kalanya ditulis xxx.xxx.xxx.xxx/xx (misal:192.168.1.2/24). Maksudnya 192.168.1.2/24 adalah IP addressnya 192.168.1.2 dan subnet mask nya 255.255.255.0. Tanda /24 artinya ada 24 bit pada subnet mask dengan bit 1, atau dengan kata lain subnet masknya adalah :11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0).
Subnet mask adalah alamat subnet yang diambil dari alamat host (penjelasannya ada pada bagian subnetting).

STRUKTUR REGISTER

Diposting oleh Unknown 9.14.2008


Procesor 8086/8088 mempunyai 14 register yang masing-masing 16 bit dan 9 flag. Untuk menggambarkannya, register dibagi menjadi 4 set, setiap 3 set berisi 4 register. Register ke 13 dinamakan INTRUCTION POINTER (IP), tidak langsung menempatkan ke programmer dan oleh karena itu men-set dengan sendirinya.

Tiga set yang menyediakan tempat register adalah GENERAL, REGISTER, POINTER dan INDEX REGISTER, dan SEGMENT REGISTER. General register digunakan pertama kali untuk menampung operand operasi aritmatika dan logika. Pointer dan index register digunakan sebagai tempat alamat offset tanpa segment. Segment register digunakan untuk merinci permulaan alamat segment.


1. GENERAL PURPOSE REGISTER

General register 8086/8088 adalah register 16 bit, terdiri dari AX, BX, CX, dan DX. Sebagai pilihan, bagian tertinggi (AH, BH, CH, dan DH yang masing-masing 8 bit) atau bagian terendah (AL, BL, CL, dan DL yang masing-masing 8 bit) dari setiap register dapat dialamatkan tersendiri untuk operasi byte.

1. Akumulator
atau register AX berfungsi sebagai akumulator dan berhubungan dengan jenis-jenis operasi khusus seperti Aritmatika, In, Out, Shift, Logik, rotate dan operasi desimal berkode biner

2. Base register BX
dapat dipakai sebagai register base untuk mereferensikan alamat memori. Register ini dipisahkan menjad BH dan BL yang masing 8 bit. Operasi yang dapat dilakukan adalah route, aritmatik, shift dan logic.

3. Counter register CX
dipakai sebagai pencacah implisit dengan intruksi tertentu, miaslnya terhadap perintah LOOP dan operasi string. Cacahan naik bila direction flag 0 dan cacahan turun jika diection flag adalah Register CX dipishkan atas dua bagian yaitu CH dan CL yang masin-masing 8 bit.

4. Data register DX
dipakai untuk menyimpan alamat port I/O selama operasi input dan ouput dan tertentu, baik alamat port 8 bit maupun alamat port 16 bit. Digunakan juga dalam operasi-operasi perkalian untuk menyimpan sebagian dari hasil kali 32 bit atau dalam operasi pembagian untuk menyimpan suatu nilai sisa. Register ini dipisahkan menjadi DH dan DL masing-masing 8 bit

2. POINTER DAN INDEX REGISTER
Register ini menagani 16 bit yang biasnya mengakses memori operand. Register ini terdiri dari SP, BP, SI dan DL. Register BP dan SP digunakan untuk menunjuk ke stack.

1. Register SP secara
nyata digunakan untuk operasi stack seperti menyimpan alamat return sewaktu memanggil subroutine. SP merupakan register yang secara implisit digunakan oleh intruksi PUSH dan POP yang menyimpan dan mendapatkan kembali data dari stack.

2. Register BP
digunakan untuk penunjuk base dalam stack yang disediakan sebagai daerah penyimpanan data. BP digunakan juga dalam komunikasi dengan bahasa computer seperti bahasa C dengan Asembler.

3. Register SI dan
register DI digunakan untuk menyimpan nilai-nilai offset dalam segmen data memori pada saat bersangkutan. Kapasitas penuh daripada register ini akan menjadi jelas pada bahasan modus pengalamatan.

4. Register IP
merupakan register pasangan CS yang merupakan register utama untuk menunjukan baris perintah program. Pada saat program dijalankan, IP akan langsung menunjuk pada awal program. Pada saat pertama program dijalankan, IP akan lansung meunjuk pada awal program. Code segment dan Instructio Pointer berfungsi sebagai program counter dan ditulis dengan format CS : IP. Pada umumnya semua kode bahasa mesin ditaruh di Code Segment, semua data ditaruh pada Data Segment sedangkan operasi PUSH dan POP disediakan tempat di Stack Segment.

3. REGISTER SEGMENT
Register in terdiri dari 16 bit, yaitu : CS (Code Segment), DS (Data Segment), SS (Stack Segment) dan ES (Extra Segment). Suatu instruksi spesifik offset ke dalam segment dan segment register merinci 4 segment. Kita bias menggnakan yang mana saja untuk kita pilih. Hal ini tergantung pada bagaimana offset digunakan. Suatu offset mungkin merinci instruksi berikutnya dilaksanakan atau mungkin merinci suatu operand untuk suatu instruksi.

1. Register CS,
digunakan untuk mencatat segment dari kode rogram atau instruksi.

2. Register DS,
digunakan untuk menyimpan alamat dari segment letak data.

3. Register SS untuk.
menyimpan alamat segment memori yang dipergunakan menjadi stack.

4. Register ES.
digunakan untuk menyimpan alamat segment tambahan, misalnya alamta display, alamat sistem operasi dan sebagainya yang diinginkan oleh pemrogram.

4. FLAG REGISTER
8088/8086 mempunyai status flag 1 bit dan 3 kontrol flag yang dikonfigurasikan di dalam register 16 bit. Byte terendah dari flag adalah sebuah copy daripada register flag 8080 yang diakomodasikan ke 8086/8088. Flag ini digunakan ke record prosesor informasi status (status flag) atau ke control flag. Flag status umumnya disusun sebuah pengeksekusian aritmatika atau instruksi logika ke bayangan yang pasti pada saat operasi.
Berikut ini adalah jenis-jenis flag yang ada, yaitu :

Status flag yang mencopy dari 8080 menjadi 8088 adalah

1. CF (Cary Flag),
dimana sebuah cary out atau sebuah borrow, jika hasilnya adalah bit tertinggi (nilai 1)

2. FF (Parity Flag),
dimana menset (nilai 1) jika instruksi menghasilkan sebuah angka genap (even parity).

3. AF (Auxiliary Cary Flag),
digunakan oleh instuksi pengaturan desimal.

4. ZF (Zero Flag),
dimana menset (nilai 1) jika hasil intruksi adalah 0.

5. SF (Sign Flag),
dimana menset (nilai 1) jika hasilnya adalah negatif dan bernilai 0 jika positif.

Status flag yang ditambahkan pada 8088 adalah.

6. OF (Overflow Flag),
menunjukan sebuah operasi secara tidak benar yaitu merubah hasil daripada tanda bit. Contoh : menambah 2 angka positif dengan hasilnya negatif , Missal : +127 (7F hex) + 2 (02 hex) = -127 (81 hex) dan terjadi overflow untuk operasi aritmatika tersebut.

7. IF (interuft-enable Flag),
dimana jika diset (nilai 1) dapat melakukan interupsi dan sebliknya bila bernilai 0, maka interupsi tidak dapat dilakukan.

8. DF (Direction Flag),
di pergunakan untuk mengontrol arah daripada operasi string. Jika DF bernilai 1 maka register SI dan DI nilainya akan menurun (decrement). Sedang bila bernilai 0 maka register SI dan DI akan meningkat (increment). Pada program assembler, register ini digunakan untuk instruksi-instruksi MOVS, MOVSB, MOVSW, CMPS, CMPSB, dan CMPSW.

9. TF (Trap Flag),
dimana ditempatkan dalam single step mode untuk keperluan debug.

--- prof ---

SISTEM BILANGAN

Diposting oleh Unknown 9.12.2008


Hal yang paling dasar untuk mempelajari bahasa rakitan atau assembly yaitu perlunya kita mempelajari sistem bilangan, karena hal ini penting sekali dalam pengaksesan ke port (pangkalan) atau penggunaan sandi ASCII yang sering digunakan. Materi inI biasanya diajarkan pada praktikum sistem digital 1 di workshop Ilmu Komputer – UNPAK.
Saya akan mencoba menguraikan suatu sistem bilangan yang paling banyak digunakan pada komputer, yaitu :
1.Sistem Bilangan Desimal.
2.Sistem Bilangan Biner.
3.Sistem Bilangan Oktal.
4.Sistem Bilangan Hexadesimal.
Selain sistem bilangan diatas, sebenarnya masih banyak sistem bilangan yang diciptakan, yang tentunya mempunyai radix (dasar) yang berbeda-beda pula, seperti yang terlihat pada table dibawah.



Karena hanya beberapa yang sering digunakan pada komputer, saya akan mencoba memeberikan penjelasan dari masing-masing bilangan tersebut.

1. SISTEM BILANGAN DESIMAL

Sistem bilangan desimal adalah suatu sistem yang sudah umum digunakan seperti dalam perhitungan-perhitungan berikut : penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian mengukuti cara-cara yang pernah dipelajari. Digit yang digunakan sebanyak 10 buah.
Nilai suatu bilangan adalah hasil penjumlahan dari setiap posisi yang dikalikan dengan nilai posisi dari masing-masing.

Contoh:
1.Bilangan 532 dengan bilangan dasar 10, maka :
(5 * 102 + 3 * 101 + 2 * 100) = 532

2.Bilangan 65536 dengan bilangan dasar 10, maka :
(6 * 104 + 5 * 103 + 5 * 102 + 3 * 101 + 6 * 100) = 65536

Untuk selanjutnya bila kita menggunakan sandi desimal selalu digunakan huruf D atau 10 dibelakang bilangan atau tidak dituliskan sama sekali pada bilangan yang dimaksud.

Contoh : 532D artinya bilangan 532 atau hanya ditulis 532 saja.

2. SISTEM BILANGAN BINER

Jika pada bilangan desimal, angka yang digunakan dari 0 sampai 9, maka untuk bilangan biner ini hanya digunakan 2 simbol saja yaitu 0 dan 1. Oleh sebab itu disebut dengan Biner atau Binary.
Dengan demikian maka nilai dari setiap posisi/angka biner dimulai dari ujung kanan sampai posisi terakhir disebelah kiri, seperti contoh berikut :
1. Bilangan biner 1110 dikonversikan ke desimal akan diperoleh hasil sebagai berikut :




2. Bilangan biner 110011 dikonversikan ke desimal akan diperoleh hasil sebagai berikut:
(1 * 25 + 1 * 24 + 0 * 23 + 0 * 22 + 1 * 21 + 1 *20) =
32 + 16 + 0 + 0 + 2 + 1 = 51

Untuk selanjutnya bilangan biner ini dilambangan dengan B atau 2 dibelakang bilangan yang dibicarakan. Seperti contoh berikut, Yaitu 11001101B atau 110011012.

3. Konversi bilangan desimal 50 ke bilangan biner dilakukan dengan cara berikut:

Untuk selanjutnya bilangan biner ini dilambangan dengan B atau 2 dibelakang bilangan yang dibicarakan. Seperti contoh berikut, Yaitu 11001101B atau 110011012.

3. SISTEM BILANGAN OKTAL

Sistem bilangan oktal adalah suatu sistem bilangan yang umum digunakan pada sistem komputer yang khusus mengerjakan masalah-masalah scientific (scientific-oriented computer), akan tetapi jarang dipakai dalam bahasa rakitan.

Bilangan oktal memepunyai bilangan dasar (radix) 8, yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7

Untuk mengkonversikan bilangan oktal ke desimal mempunyai cara yang sama seperti kita melakukan konversi bilangan biner ke desimal, hanya saja disini digunakan dasar 8. Sedangkan mengkonversi dari oktal ke biner dilakukan dengan cara mengelompokan 3 bit untuk setiap digit oktal.

Contoh :

Konversikan 276 bilangan oktal ke desimal ?

276 oktal = (2 * 82 + 7 * 81 + 6 * 80)

= 128 + 56 + 6 = 190 (desimal)

1. Konversikan 1011001 bilangan biner ke oktal ?

Dengan demikian 1011101 (biner) = 135 (oktal)


--- prof ---

2. Konversikan 96 desimal menjadi bilangan oktal ?


Untuk selanjutnya setiap membicarakan sistem bilangan oktal digunakan singkatan O atau 8 dibelakang bilangan yang dimaksud.

Contoh : 753 o atau 7538 artinya 753 dalam sistem bilangan oktal.

4. SISTEM BILANGAN HEXADESIMAL

Kita akan bingung atau malahan menjadi salah lihat atau salah tulis kalau rangkaian biner terlalau panjang walaupun komputer tidak merasakannya. Seperti contoh 10110101 adalah biner untuk 181 (desimal). Untuk mudahnya kita buat bilangan biner yang panjang tersebut menjadi 4 kelompok bits dimulai dari sebelah kanan (least significant bit / LSB) sampai sebelah kiri (most significant bit / MSB).

Dengan demikian pada contoh 10110101 dapat dikelompokan sebagai berikut :



Masukkan Code ini K1-41217Y-4
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
GrowUrl.com - growing your website